Produk Go-NPV adalah biopestisida inovatif berbahan aktif virus Spodoptera litura Nucleopolyhedrovirus (SlNPV) yang diformulasikan dalam dua bentuk, yaitu powder dan cair. Formulasi ini diperkaya dengan adjuvant pelindung sinar UV untuk menjaga kestabilan dan efektivitas virus meskipun digunakan di bawah paparan sinar matahari langsung. Mengandalkan sifat spesifik inang dari SlNPV, Go-NPV menjadi solusi ramah lingkungan yang efektif dalam mengendalikan serangan hama ulat, khususnya Spodoptera litura, tanpa menimbulkan resistensi maupun residu berbahaya. Selain itu, produk Go-NPV memiliki sifat spesifik inang dan tidak berbahaya bagi manusia dan hewan lainnya.
Produk MycoMet adalah biopestisida inovatif berbahan aktif konsorsium jamur Beauveria bassiana dan Metarhizium anisopliae, yang diformulasikan dalam dua bentuk yaitu powder dan cair. Formulasi ini diperkaya dengan bahan pelindung sinar UV, seperti titanium dioksida, octocrylene, ethylhexyl salicylate, dan ethylhexyl methoxycinnamate, sehingga efektivitasnya tetap terjaga meskipun digunakan di bawah paparan sinar matahari. Perpaduan antara dua jenis cendawan entomopatogen unggulan, MycoMet menjadi solusi ramah lingkungan untuk mengatasi berbagai permasalahan hama pada tanaman pangan maupun perkebunan. Produk ini efektif mengendalikan hama sasaran seperti walang sangit (Leptocorisa oratorius), wereng batang coklat (Nilaparvata lugens), penggerek batang padi (Scirpophaga innonata), thrips (Thrip sp.), uret tebu (Lepidiota stigma), berbagai jenis ulat, penggerek buah kopi (PBKo), hingga kwangwung (Oryctes rhinoceros) yang kerap menyerang kelapa dan kelapa sawit. Dengan teknologi formulasi yang tepat dan daya kerja yang luas, MycoMet tidak hanya memberikan perlindungan optimal bagi tanaman, tetapi juga mendukung pertanian berkelanjutan.
Spodoptera litura atau ulat grayak merupakan hama penting pada berbagai tanaman budidaya seperti kedelai, jagung, kapas, dan sayuran. Serangga ini bersifat polifag (memakan banyak jenis tanaman) dan dikenal merusak daun, bunga, hingga buah. Fase larva adalah tahap paling merugikan karena larva memakan jaringan daun secara masif, sering meninggalkan kerusakan parah. Hama ini dapat berkembang cepat dan menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan bila tidak dikelola dengan baik.