Kelompok Riset Applied Biological Control (ABC) berkomitmen pada pengembangan dan penerapan teknologi pengelolaan hayati yang mendukung keberlanjutan agroekosistem. Ruang lingkup penelitian meliputi eksplorasi dan pemanfaatan pupuk organik fortifikasi, pengembangan mikroba fungsional (biofertilizer, biostimulan, bioprotektan, pengurai, serta pelarut/pengikat hara), pemanfaatan serangga berguna seperti Black Soldier Fly, predator, dan parasitoid, serta strategi pengelolaan organisme pengganggu tumbuhan berbasis konservasi melalui pemanfaatan tanaman pendamping dan mulsa organik. Berbagai pendekatan integratif diterapkan, mulai dari augmentasi dan konservasi hingga penyediaan augmentative tools, yang keseluruhannya diarahkan untuk mendukung sistem pertanian berkelanjutan berbasis hayati.Progres penelitian yang telah dicapai mencakup inovasi dalam pemanfaatan bahan organik lokal seperti limbah residu maggot BSF, sekam, kotoran ternak, dan guano yang dipadukan dengan mikroba unggul (Metarhizium sp., Beauveria bassiana, Trichoderma sp., dan Mikoriza) untuk menghasilkan input ramah lingkungan. Formulasi biofertilizer dalam bentuk padat maupun cair telah dikembangkan dengan mempertimbangkan kompatibilitas terhadap pestisida sintetik dan zat pengatur tumbuh.
Capaian tersebut menjadi dasar penguatan program pengabdian kepada masyarakat melalui pemberdayaan mitra binaan, pengembangan ekonomi sirkular berbasis pengelolaan limbah organik, serta diseminasi Pengelolaan Hama dan Penyakit Terpadu Bio-Integratif kepada petani dan kelembagaannya. Beberapa bentuk kegiatan kami adalah kegiatan pengabdian berbasis pendampingan dan pengawalan berkala. Kegiatan yang telah dan sedang berjalan adalah pengawalan dan pendampingan petani mandiri melalui Pusat Produksi Agen Hayati di beberapa desa di Kabupaten Jember, dan implementasi sekolah lapang berupa peningkatan capacity building dari petani agar mampu mandiri dan menjadi ahli di lahannya sendiri. Dengan demikian, kelompok riset ini tidak hanya berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi peningkatan produktivitas dan kesehatan agroekosistem secara berkelanjutan. Kontribusi terhadap pengabdian kepada masyarakat khususnya petani, kelompok tani hingga komunitas petani yang ada.